Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Homearief banget !Dec 27, 2007
Terlahir dengan nama Arief Kurniawan, sekarang lagi mempopulerkan diri di dunia maya ^_^ … dilahirkan dengan normal digubuk reyot orang tuanya dengan bantuan seorang dukun pada hari Ahad pahing, 19 tahun yang lalu. Sekarang sudah bisa jadi mahasiswa - kuliah di Sekolah Tinggi Keguruan & Ilmu Pendidikan jurusan Bahasa & Sastra Indonesia angkatan 2007.
Sejak kecil memang hoby menulis, apa yang ada dalam pikiran kucoba rangkai dengan kata-kata, kutulis dengan pena atau kutuntun jemariku mengetik semua keluh kesah dan pikiran yang ada.
Hanya manusia biasa, tak sebaik malaikat dan semoga tak sehina iblis. selalu berusaha untuk selalu dekat dengan ALLAH SWT.
Tiap shubuh hobby saya mem-play winamp musik-musik kitaro atau murattal-nya Ustadz Sa’ad Al Ghomidy, saya menemukan sebuah kedamaian di sana. Banyak teman, tapi tak banyak sahabat. Siapa juga yang mau bersahabat orang aneh kayak saya?
Pengagum Rosulullah SAW, dan punya obsesi jadi penulis buku Best Seller kayak Habiburaman El Shirazy atau JK Rowling. Lagi bingung cari inspirasi baru, enaknya apa ya?
Mahasiswa Mahasibuk yang punya kerjaan sampingan jadi kuncen sebuah warnet dan penulis lepas di beberapa media serta aktif di organisasi dakwah kalangan pelajar dan remaja Pimpinan Daerah Ikatan Remaja Muhammadiyah Ponorogo. Bisa ditemui di Sekretariat PD IRM Ponorogo Jl. Jawa 38 atau OZONE Internet Acces Center Jl. Jaksa Agung 15 Ponorogo, lebih tepatnya di depan komputer mencari ide dan menulis kata hati atau apapun yang bisa ditulis.

Sedikit Tentang Ikatanku

Latar belakang berdirinya IPM tidak terlepas dari latar belakang berdirnya Muhammadiyah sebagai Gerakan Dakwah Islam Amal Ma’ruf Nahi Munkar dan sebagai kensekuensi dari banyaknya sekolah yang merupakan amal usaha Muhammadiyah untuk membina dan mendidik kader.
Di samping itu situasi dan kondisi politik di Indonesia pada era rahun 1956-an, dimana pada masa ini merupakan masa kejayaan PKI dan masa Orde lama. Muhammadiyah menghadapi tantangan yang sangat berat dari berbagai pihak. Sehingga karena itulah dirasakan perlu adanya dukungan terutama untuk menegakkan dan menjalankan misi Muhammadiyah. Oleh karena itu kehadiran Ikatan Pelajar Muhammadiyah sebagai organisasi para pelajar yang terpanggil pada misi Muhammadiyah dan ingin tampil sebagai pelopor, pelangsung dam penyempurna perjuangan Muhammadiyah.
Upaya dan keinginan pelajar Muhammadiyah untuk mendirikan organisasi pelajar Muhammadiyah telah dirintis sejak tahun 1919. Akan tetapi selalu saja mendapat halangan dan rintangan dari berbagai pihak, termasuk oleh Muhammadiyah sendiri. Aktivitas pelajar Muhammadiyah untuk membentuk kader organisasi Muhammadiyah di kalangan pelajar akhirnya mendapat titik –titik terang dan mulai menunjukkan keberhasilannya, yaitu ketika pada tahun 1958, Konferensi Pemuda Muhammdiyah di garut menempatkan organisasi pelajar Muhammmadiyah di bawah pengawasan Pemuda Muhammadiyah.
Keputusan Konferensi Pemuda Muhammadiyah di Garut tersebut diperkuat pada Muktamar Pemuda Muhammadiyah II yang berlangsung pada tanggal 24-28 Juli 1960 di Yogyakarta yakni dengan memutuskan untuk membentuk IPM (Keputusan II/ no.4).
Keputusan tersebut antara lain adalah sebagai berikut :
Muktamar meminta kepada PP Muhammdiyah Majelis Pendidikan bagian Pendidikan dan pengajaran supaya memberi kesempatan dan mengerahkan Kompetensi Pembentukan IPM kepada Pemuda Muhammadiyah.
Muktamar mengamanahkan kepada PP Pemuda Muhammadiyah untuk menyusun konsepsi Ikatan Pelajar Muhammadiyah dan untuk segera dilaksanakan setelah mencapai persesuaian pendapat dengan PP Muhammadiyah Majelis Pendidikan dan Pengajaran.
Setelah ada kesepakatan antara PP Pemuda Muhammadiyah dan PP Muhammadiyah Majelis Pendidikan dan Pengajaran pada tangggal 15 Juni 1961 ditandatanganilah peraturan bersama tentang organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah.
Rencana pendirian IPM tersebut dimatangkan lagi di dalam Konferensi Pemuda Muhammadiyah di Surakarta tanggal 18-20 Juli 1961 dan secara nasional melalui forum tersebut IPM dapat berdiri dengan Ketua Umum Herman Helmi farid Ma’ruf, Sekretaris Umum Muhammmad Wirsyam Hasan.
Ditetapkan pula pada tangggal 5 Shafar 1381 bertepatan tanggal 18 Juli 1961 M sebagai hari kelahiran Ikatan Pelajar Muhammadiyah.
Dalam perjalanannya Ikatan Pelajar Muhammadiyah berubah menjadi Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) semua itu berawal dari tekanan rezim orde baru, yang melarang organisasi selain OSIS di sekolah, baik negeri maupun swasta pada tahun 1992. Dengan adanya satu organisasi yang bernama OSIS, maka negara akan mudah mendisiplinkan, menjinakan, serta men-depolitisasi pelajar dari problematika sosial-politik. Ditambah lagi dengan kebijakan turunannya, tidak membolehkan organisasi skala nasional menggunakan term “pelajar” dalam identitas gerakannya.
Dengan adanya kebijakan tersebut, maka berimplikasi terdesaknya organisasi-organisasi ke-pelajar-an misal; IPM, PII, IPNU dan IPPNU dari basis gerakan utamanya yaitu di sekolah. Implikasi lainnya adalah perubahan kata “pelajar” sebagai identitas gerakan. Organ gerakan pelajar kemudian beramai-ramai merubahnya, misal Ikatan “Pelajar” NU menjadi Ikatan “Putra” NU (IPNU), Ikatan “Pelajar” Putri NU menjadi Ikatan “Putri”-Putri NU (IPPNU) termasuk juga Ikatan “Pelajar” Muhammadiyah (IPM) menjadi Ikatan “Remaja” Muhammadiyah (IRM). Di antara organ pelajar yang tidak mau merubah identitas dari gerakannya adalah Pelajar Islam Indonesia (PII), yang akhirnya sejak dikeluarkannya kebijakan OSIS sebagai organ tunggal sekolah, bergerak secara underground.
Ikatan Remaja Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah amar ma’ruf nahi munkar yang bergerak dikalangan pelajar dan remaja mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas “luar-dalam”. Dengan demikian mereka mampu bersaing dalam percaturan dunia global dengan jiwa kemandirian yang mempunyai jati diri sebagai manusia, yaitu manusia yang mempunyai tanggung jawab untuk membangun peradaban, menegakkan nilai-nilai universal kemanusiaan sebagai khalifah Allah dimuka bumi sekaligus menyadari dirinya sebagai bangsa yang memiliki harkat dan martabat dihadapan bangsa lain.
IRM mencantumkan KeIslaman, Keilmuan, Kekaderan, dan Kemasyarakatan sebagai visinya perlu mencari langkah strategis terkhusus pada pencantuman visi Keilmuan sebagai tulang punggung pergerakan ini. Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan mengkonsentrasikan gerakannya ke arah terciptanya tradisi ilmiah yang obyektif dengan penguasaan teknologi tepat guna dengan mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan spiritualitas, juga di arahkan pengembangan wawasan kader yang berorientasi pada pembentukan wacana kedepan dalam konteks persaingan global. Apalagi merk gerakannya yang ilmiah, kritis, inovatifdan kreatif selalu disertakan setiap langkah gerak bidang ini.
Untuk merealisasikan misi perjuangan IRM dalam pengembangan ilmu pengetahuan, bidang PIP diberi amanat untuk menjalankan program besar. Lewat bidang ini di harapkan terjadi perubahan dan perkembangan yang revolusioner dalam meningkatkan kemampuan skill dan intelektual (membaca, menulis, dan meneliti) yang kritis dan transformatif serta bermental advokatif.
Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan IRM, salah satu bidang dari organisasi Ikatan Ramaja Muhammadiyah yang mempunyai jaringan luas dari pusat, wilayah atau propinsi, daerah atau kabupaten dan cabang atau kecamatan serta ranting (desa atau sekolah) yang tersebar diseluruh penjuru Indonesia. Bidang ini yang membawai kampanye keilmuan sebagi satu agenda besarnya. PIP diharapkan mampu memberikan kontribusi gerakan riil untuk kemajuan minat baca buku dan pengembangan pengetahuan. PIP hadir dengan jargon “manusia pembelajar sejati” untuk menyikapi kondisi masyarakat remaja masa kini yang tak punya hasrat membaca dan enggan menjadi manusia pembelajar. Maka PIP mengusung gerakan kultural dengan kampanye baca buku. PIP suka maju, suka ilmu dan suka baca buku. Itu saja harus menginternalisasi seperti halnya tri tertib IRM tahun 90-an dengan menambah daya kritis dan kreatifitas. Kita tidak boleh menyerah pada ideologi sekolah mahal.
Kita tidak mau terperosok dalam lubang yang sama, maka kita harus rela belajar dari sejarah, demikian pesan dari jas merah Soekarno. Bukan bermaksud mengembalikan rezim Belanda menduduki negeri ini, tapi alangkah banyak hal yang mesti kita pelajari dari mereka termasuk budaya membaca mereka yang luar biasa!! Learning by doing, bisa karena terbiasa, dan terbiasa karena sudah bisa. Sangat mungkin, sukses karena membaca !!!
Idealnya, semakin sering menulis semakin besar frekuensi membaca dan sebaliknya sebab seperti yang dikatakan oleh Taufiq Ismail bahwa kebiasaan menulis tidak dapat dipisahkan dari hobi membaca, membaca adalah saudara kembarnya menulis”. Beliau juga pernah memberi pesan pada keluarga besar IRM di seluruh Indonesia untuk terus berkarya tulis dan giat membaca : “baca, baca, baca, tulis, tulis, tulis” !, demikian pesannya.
Semangat baca tulis merupakan semangat yang senantiasa dibangun dilingkungan pergerakan IRM dalam segala tindak-tanduknya yang juga termuat dlam logo IRM, Nuun Walqolami Wamaa Yasturuun, “demi pena (tulis) dan apa yang ditulisnya (baca)” sehingga kita bisa menarik kesimpulan apabila semangat baca tulisnya itu sudah memudar atau hilang maka peran vital IRM tersebut terancam musnah dari jiwa pergerakan.
Dan ruang lingkup bidang ini adalah pelajar dan remaja yang tersebar diberbagai sekolah dan komunitas. Maka bidang ini mepunyai banyak potensi optimis untuk bis menggapai tujuan yaitu masyarakat “pembelajar”. Secara spesifik sebenarnya ada beberapa potensi yang kita miliki dalam melakukan gerakan keilmuan antara lain adalah : Pertama, untuk meningkatkan dan menyeimbangkan kualitas sumber daya manusia (SDM) khususnya pelajar/remaja sehingga mampu memberi kontribusi dalam kehidupan bermasyarakat. Kedua, untuk meningkatkan pengetahuan dan penguasaan tekhnologi mutakhir sehingga mampu bersaing dalam kehidupan yang semakin kompetitif dan dalam menghadapi dinamika globalisasi komunikasi. Ketiga, meningkatkan kesadaran remaja dan pelajar akan pentingnya membaca dalam rangka melakukan perubahan yang mendasar akan semakin merosotnya minat baca-tulis dilingkungan masyarakat. Dan yang terakhir adalah, mengembangkan karya tulis pelajar/remaja dengan melakukan berbagai pelatihan yang dapat membina dan memberdayakan potensi peljar/remaja. Di satu sisi pelajar dan remaja diharapkan menjalankan fungsi sebagai agent intelektual ; namun disisi lainnya berfungsi sebagai kelompok ilmiah remaja yag aktif melakukan kajian dan diskusi masalah ilmu pengetahuan yang terus berkembang serta memberikan layanan konsultasi penulisan karya tulis kepada pelajar dan remaja.
Tiada kata terlambat untuk menumbuhan semangat optimisme dalam menghadapi perubahan sosial (transformasi Sosial) di tengah peradaban modern. Seluruh element bangsa harus bahu-mambahu memikul dan menjinjing setiap tantangan yang sedang kita hadapi. Sudah tiba waktunya untuk bangkit bersama menggali setiap potensi remaja secara kreatif dan inovatif melalui berbagai macam startegi sebagai bentuk kepedulian kita terhadap kemajuan peradaban bangsa Indonesia.

Photo Albumgalery Jul 10, 2008

Kader Pelopor TM 3 Jatim 2008
40 Photos

sweet memory TM 3 Jawa Timur
25 Photos

TOT Jurnalistik Nasional Yogyakarta
19 Photos

koleksi anthurium
15 Photos

   View All

Blog EntryBlogJun 8, 2008
Maskot;   Konflik antara generasi muda melawan generasi tua [1] Oleh : Arief Kurniawan [2] Judul           &... more
Previous blog entries:
Jun 8-Get Maried; kritik sosial yang terangkum dalam drama percintaan
Jun 8-Empat Alat Management Waktu
May 20-Kaderisasi;Sebuah Proses Panjang Penentu Masa Depan Ikatan
arief's favorite blog entries:
Jan 13-KILAS BALIK IMAJINASI
   View All

VideoVideoFeb 19, 2008

MusicMusicDec 27, 2007
mantab
   View All


NoteGuestbook
   
© 2012 Multiply · English · About · Blog · Terms · Privacy · Corporate · Advertise · API · Help · Sitemap

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.